Telp/Fax. (0388) 21203

Visi Pengadilan Agama Soe
Terwujudnya Pengadilan Agama Soe yang bersih, berwibawa dan profesional dalam penegakan hukum dan keadilan menuju terwujudnya Badan Peradilan Indonesia yang Agung.
~~~ 00 ~~~



Pengambilan Akte Cerai

Ditulis oleh Admin. Posted in Konten Situs

Seseorang baru bisa mengambil akta cerai di pengadilan agama setelah permohonan atau gugatan cerainya di kabulkan oleh majelis hakim dan sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht). Bagi mereka yang permohonan atau gugatan cerainya ditolak oleh majelis hakim atau sudah dikabulkan oleh majelis hakim tetapi masih ada upaya hukum lain dari pihak termohon atau tergugat seperti verzet, banding dan seterusnya, maka mereka belum bisa mengambil dan mendapatkan akta cerai.
Jika perkara permohonan atau gugatan mereka sudah berkekuatan hukum tetap, maka bisa ditanyakan langsung ke pihak pengadilan tempat sidang, apakah akta cerai sudah ada atau belum. Biasanya waktu yang dibutuhkan sampai keluarnya akta cerai adalah selambat-lambatnya 7 hari terhitung setelah perkara tersebut berkekuatan hukum tetap (sesuai Pasal 84 ayat (4) Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989).
Akta cerai sendiri merupakan akta otentik yang dikeluarkan oleh pengadilan agama sebagai bukti bahwa pihak tersebut sudah bercerai (tidak berumah tangga lagi). Akta cerai ini akan diminta oleh pihak Kantor Urusan Agama (KUA) pada saat ingin melangsungkan pernikahan lagi dengan orang lain.
Cara pengambilan akta cerai di Pengadilan Agama dapat dilakukan dengan tiga macam cara yaitu akta cerai ambil sendiri oleh yang bersangkutan, akta cerai diambil oleh pihak keluarga (kuasa insidentil) serta akta cerai dapat diambil oleh pengacara (advokat / kuasa hukum).
Berikut beberapa cara serta syarat pengambilan akta cerai di Pengadilan Agama Soe :
  1. Akta Cerai Diambil Sendiri, Jika perkara sudah dikabulkan dan mempunyai kekuatan hukum tetap, maka bisa mengambil sendiri akta cerainya dengan membawa persyaratan-persyaratan sebagai berikut :
    • Kartu Identitas (KTP)
    • Identitas Perkara atau Nomor Perkara yang terdapat pada Surat Kuasa Untuk Membayar (SKUM) atau Surat Panggilan (Relas Panggilan).
  2. Akta Cerai Diambil Keluarga, Jika mereka sibuk dan tidak sempat mengambil sendiri akta cerai ke Pengadilan Agama, bisa mewakilkannya kepada keluarga misalnya ibu, ayah, anak, saudara dan seterusnya. Adapun persyaratannya adalah :
    • Surat Kuasa, dalam surat kuasa harus ditulis dengan jelas maksud pemberian kuasa untuk mengambil akta cerai dengan menyertakan nomor perkara. Disamping itu, surat kuasa juga harus dibubuhi tanda tangan diatas materai dari pihak yang memberikan kuasa.
    • Photo Copy Kartu Identitas (KTP) Pemberi dan Penerima Kuasa.
  3. Akta Cerai Diambil Oleh Pengacara/Advokat/Kuasa Hukum, Bagi yang menggunakan jasa lawyer / pengacara / kuasa hukum / Advokat, bisa mewakilkan pengambilan akta cerai di pengadilan agama kepada pengacara yang ditunjuk. Adapun persyaratannya adalah Surat Kuasa. Surat Kuasa harus secara konkrit menyebutkan keperluan seperti pengambilan Salinan Putusan, Penetapan dan atau Akta Cerai. Jika dalam surat kuasa untuk beracara belum disebutkan secara jelas, maka harus ada surat kuasa tersendiri yang isi surat kuasanya menyatakan keperluan untuk pengambilan Salinan Putusan, Penetapan dan atau Akta Cerai.
Berikut cara pengambilan akta cerai di pengadilan agama :
  1. Ambil Nomor Antrian, Biasanya ada petugas yang menanyakan keperluan datang ke Pengadilan Agama. Jangan lupa tunjukan nomor perkara kepada petugas tersebut. Jika perkaranya adalah perkara permohonan, biasanya petugas akan memberikan antrian dengan kode P sebelum nomor antri, misalnya P5. Adapun jika perkaranya adalah perkara gugatan, maka petugas biasanya memberikan antrian dengan kode G sebelum nomor antri, misalnya G4.
  2. Mengambil Akta Cerai, Jika nomor antrian sudah dipanggil, silahkan menghadap ke meja III atau loket akta. Jika ternyata akta cerai yang bersangkutan sudah bisa diambil, biasanya petugas akan mengarahkan untuk membayar biaya untuk pengambilan salinan putusan dan akta cerai ke loket pembayaran (kasir). Petugas di meja III atau loket akta hanya akan memberikan salinan putusan dan akta cerai setelah adanya bukti pembayaran dari kasir serta membuatkan tanda terima bukti penyerahan.
Adapun besaran biaya pengambilan akta cerai dan salinan putusan biasanya tidak lebih dari Rp. 50.000. Jika dirinci, biayanya terdiri dari biaya pengambilan akta yang biasanya besarannya Rp. 15.000,- dan biaya salinan putusan yang besarannya Rp. 300,- perlembar (sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2008).
Agustus 19, 2017

HUT Mahkamah Agung RI 2017

in Dokumentasi by Admin
Upacara Bersama Peringatan Hari Jadi Mahkamah Agung RI Ke 72 Tahun 2017Di Soe – Timor Tengah Selatan Bertempat di halaman Kantor…
Jun 20, 2017 164

PEMBERIAN BANTUAN DANA BEA SISWA (BDBS)…

Jum’at, 16 Juni 2017, Bertempat di ruang sidang…
Jun 07, 2017 197

Buka Puasa Bersama dan Taraweh…

Rabu, 7-6-2017. Keluarga Besar Pengadilan Agama…
Jun 01, 2017 186

UPACARA PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA…

Kamis, 1 Juni 2017 bertempat di halaman Kantor…
Mei 24, 2017 249

Sidang Keliling di Desa Falas…

Seluruh jajaran Pengadilan Agama Soe yang…
Mar 22, 2017 353

Ekpose Hasil Pengawasan Hakim Tinggi…

Setelah tiga hari melaksanakan pemeriksaan di…

Putusan PA. Soe

Berlangganan berita terbaru dari kami silakan isi email anda...